Disinilah Peran Seorang Papa

Postinganku kali ini, murni aku ambil dari milis dimana aku jadi salah satu anggotanya. Kenapa aku posting disini, karena memang tulisan ini sudah menitikkan air mataku saat membacanya, dan mungkin akan sangat membantu kita untuk mengerti dimana peran seorang papa dihidup kita…

Silakan baca …

Biasanya, bagi seorang anak yang sudah dewasa, yang sedang bekerja diperantauan, yang ikut suami / istrinya tinggal di luar kota atau luar negeri, yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya…..Akan sering merasa kangen sekali dengan Mamanya. Lalu bagaimana dengan Papa? Mungkin karena Mama lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari,tapi tahukah kamu, jika ternyata Papa-lah yang mengingatkan Mama untuk menelponmu?

Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Mama-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng. Tapi tahukah kamu, bahwa sepulang Papa bekerja dan dengan wajah lelah Papa selalu menanyakan pada Mama tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian? Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil……Papa biasanya mengajari putri kecilnya naik sepeda. Dan setelah Papa mengganggapmu bisa, Papa akan melepaskan roda bantu di sepedamu…Kemudian Mama bilang : “Jangan dulu Papa, jangan dilepas dulu roda bantunya” , Mama takut putri manisnya terjatuh lalu terluka…. Tapi sadarkah kamu? Bahwa Papa dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu putri kecilnya PASTI BISA.

Pada saat kamu menangis merengek meminta boneka atau mainan yang baru, Mama menatapmu iba.Tetapi Papa akan mengatakan dengan tegas : “Boleh, kita beli nanti, tapi tidak sekarang” Tahukah kamu, Papa melakukan itu karena Papa tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi?

Saat kamu sakit pilek, Papa yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit membentak dengan berkata :”Sudah di bilang! kamu jangan minum air dingin!”. Berbeda dengan Mama yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut. Ketahuilah, saat itu Papa benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu. Ketika kamu sudah beranjak remaja….Kamu mulai menuntut pada Papa untuk dapat izin keluar malam, dan Papa bersikap tegas dan mengatakan: “Tidak boleh!”. Tahukah kamu, bahwa Papa melakukan itu untuk menjagamu? Karena bagi Papa, kamu adalah sesuatu yang sangat – sangat luar biasa berharga.. Setelah itu kamu marah pada Papa, dan masuk ke kamar sambil membanting pintu…Dan yang datang mengetok pintu dan membujukmu agar tidak marah adalah Mama…. Tahukah kamu, bahwa saat itu Papa memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam batinnya, bahwa Papa sangat ingin mengikuti keinginanmu, Tapi lagi-lagi dia HARUS menjagamu?

Ketika saat seorang cowok mulai sering menelponmu, atau bahkan datang ke rumah untuk menemuimu, Papa akan memasang wajah paling cool sedunia….. :’) Papa sesekali menguping atau mengintip saat kamu sedang ngobrol berdua di ruang tamu.. Sadarkah kamu, kalau hati Papa merasa cemburu?

Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan Papa melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya. Maka yang dilakukan Papa adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu pulang dengan hati yang sangat khawatir… Dan setelah perasaan khawatir itu berlarut-larut. ..Ketika melihat putri kecilnya pulang larut malam hati Papa akan mengeras dan Papa memarahimu.. . Sadarkah kamu, bahwa ini karena hal yang di sangat ditakuti Papa akan segera datang?” Bahwa putri kecilnya akan segera pergi meninggalkan Papa”

Setelah lulus SMA, Papa akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang Dokter atau Insinyur. Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan Papa itu semata – mata hanya karena memikirkan masa depanmu nanti… Tapi toh Papa tetap tersenyum dan mendukungmu saat pilihanmu tidak sesuai dengan keinginan Papa Ketika kamu menjadi gadis dewasa….Dan kamu harus pergi kuliah dikota lain…Papa harus melepasmu di bandara. Tahukah kamu bahwa badan Papa terasa kaku untuk memelukmu? Papa hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini – itu, dan menyuruhmu untuk berhati-hati. .. Padahal Papa ingin sekali menangis seperti Mama dan memelukmu erat-erat.Yang Papa lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan menepuk pundakmu berkata “Jaga dirimu baik-baik ya sayang”.Papa melakukan itu semua agar kamu KUAT…kuat untuk pergi dan menjadi dewasa.

Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening adalah Papa. Papa pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dengan teman-temannya yang lain. Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta boneka baru, dan Papa tahu ia tidak bisa memberikan yang kamu inginkan… Kata-kata yang keluar dari mulut Papa adalah : “Tidak…. Tidak bisa!” Padahal dalam batin Papa, Ia sangat ingin mengatakan “Iya sayang, nanti Papa belikan untukmu”. Tahukah kamu bahwa pada saat itu Papa merasa gagal membuat anaknya tersenyum?

Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana. Papa adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu. Papa akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat “putri kecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang”

Sampai saat seorang teman Lelakimu datang ke rumah dan meminta izin pada Papa untuk mengambilmu darinya. Papa akan sangat berhati-hati memberikan izin..Karena Papa tahu…..Bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya nanti… Dan akhirnya…. Saat Papa melihatmu duduk di Panggung Pelaminan bersama seseorang Lelaki yang di anggapnya pantas menggantikannya, Papa pun tersenyum bahagia…. Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia itu Papa pergi kebelakang panggung sebentar, dan menangis? Papa menangis karena papa sangat Bahagia! Kemudian Papa berdoa….Dalam lirih doanya kepada Tuhan, Papa berkata: “Ya Allah tugasku telah selesai dengan baik….Putri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita yang cantik….Bahagiaka nlah ia bersama suaminya…. “

Setelah itu Papa hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk… Dengan rambut yang telah dan semakin memutih…. Dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya…. Papa telah menyelesaikan tugasnya….

Papa, Ayah, Bapak, atau Abah kita…Adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat… Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis…Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu. .. Dan dia adalah yang orang pertama yang selalu yakin bahwa “KAMU BISA” dalam segala hal apapun.:’)

Tersenyum dan bersyukurlah ketika kamu bisa merasakan kasih sayang seorang Ayah hingga tugasnya selesai…. Jika kamu mengalaminya, Kamu adalah salah satu orang yang beruntung…

Add comment Desember 16, 2009

(film kiamat) 2012

Jujur, aku sendiri belum sempat nonton film yang bikin heboh ini. (kok bisa tau bikin heboh?) Ya tau hebohnya tu dari status fb temen kantorku, dia tulis :

BP : Luar biasanya antrinya……untuk menonton film 2012 di Amplas Jogja.

Beberapa temen kantor juga nulis dan cerita hal yang serupa, antri nonton 2012, rencana minggu depan pada mau nonton film yang sama. Tergerak juga aku untuk googling dan cari tau tentang 2012. memang, aku pernah dengar kalo kiamat akan datang di 2012. Tapi kurang puas dengan pengetahuan itu, aku googling juga.

Uhmmmm ternyata kehebohan manusia tentang 2012 adalah karena ramalan suku Maya yang terkenal paling jago ngeramal dimana beberapa ramalannya dari jaman batu dulu sudah terbukti benar satu per satu. Mengangguk-angguk baca beberapa web yang mengunggah catatan tentang ramalan kalender suku Maya, aku justru tertarik untuk membuka link dengan judul ” Suku Maya Menampik Ramalan 2012 “  setelah dibaca, ternyata suku Maya tidak pernah meramalkan bahwa bumi akan berakhir. Tapi, itu hanya sekedar tahun pengulangan penciptaan. Entah apa maksudnya, tapi sepertinya itu bukan benar-benar ramalanj mengenai hari kiamat yang ditakutkan manusia.

Jawaban dari googling yang aku lakukan tidak sia-sia. setidaknya aku dapat jawaban yang memuaskan (dan melegakan) dari artikel berjudul ” NASA Luncurkan Halaman Situs Bantahan Kiamat 2012 “. Dari situs ini, aku menemukan bahwa NASA menyatakan bahwa pada tanggal 21 – 12 – 2012, planet akan sejajar, juga matahari dan pusat galaksi dan itu akan menabrak bumi adalah penuturan yang keliru. Karena setiap tahun setiap bulan Desember, bumi memang selalu sejajar dengan matahari. Terbukti bahwa tidak ada kiamat setiap bulan Desember kan ?

Nah, di status facebookku pagi ini, aku tulis begini :

Chitra Verdiana ngapain sih pada heboh 2012 kiamat ?? inget, kita punya Tuhan, dan ketika Tuhan berkehendak, kapanpun waktunya, kiamat berarti yang terbaik untuk seluruh manusia.. percayalah, Tuhan adalah sutradara hidup terbaik dengan ending terbaik untuk setiap manusia…

memang langsung ada beberapa komen yang rata-rata mengiyakan statusku.

Sudahlah, ga usah resah sama ramalan itu. Menurut akal sehatku, manusia tak akan ada yang mampu memprediksikan kapan kiamat datang. Kok rasanya aneh aja, manusia bisa meramalkan kiamat. Kenapa nggak meramalkan kapan matinya dia sendiri biar dia bisa siap-siap menebus dosa dan beramal sebanyaknya agar ngga masuk neraka ?

Uhmm… satu hal lagi, kiamat atau tidak, itu adalah rahasia Tuhan. Terserah Tuhan, kapan Ia berkehendak, maka terjadilah…

 

Jadi teman-teman (setidaknya yang mampir ke blog ini), sudahlah, jadikan itu peringatan saja bahwa bumi memang sudah semakin panas karena kita selalu pake plastik sembarangan, pake hairdryer tiap mau berangkat kantor, pake hairspray tiap mau party, atau kita selalu biarin charger tetep nyolok meski hape kesayangan kita udah fully loaded. Bumi makin panas dan global warming bukan sekedar issue, tapi ancaman. Cuma kita yang bisa hentikan.

So, daripada mumet cari cara buat migrasi ke bulan besok tahun 2012, mending selesein tu kerjaan yang numpuk di meja. Toh kapanpun harinya, itu sudah ketentuan Tuhan. Inget, Tuhan adalah sutradara terbaik untuk segala cerita kehidupan manusia dengan memberikan ending yang terbaik pula…

Semoga kita bisa saling mengingatkan untuk selalu memperbaiki diri, lepas dari 2012 akan benar-benar terjadi atau tidak.. Just love and enjoy your life…

Have a nice blogging.. :D

5 comments November 15, 2009

Ini Permintaan Papaku

Sudah lama aku nggak ngisi blog ini.. bukannya males tapi aku sibuk dan ternyata pekerjaan ini benar-benar menyita waktu aku. Sepulang kantor, aku sudah terlalu malas untuk menyalakan komputer dan menulis celotehan-celotehan aku.  Malam tadi pun sama, saat aku menulis ini, punggung aku sudah terasa lelah. Rencana ke toko buku untuk membeli sebuah buku tentang software pendukung harus aku batalkan mengingat hujan sepertinya benar-benar ingin meyetubuhi bumi malam ini.

Lantas apa yang membuat aku akhirnya membiarkan jari-jari aku menyusun kata-kata ini dari keyboard komputerku dirumah? Papa. Ya alasannya, papa aku yang meminta aku menuliskan sesuatu tentang anaknya.

Uhmm… agak aneh dan janggal rasanya waktu papa menyampaikan maksudnya. Begini ceritanya :

Tempo hari, menjelang jam kerja usai, aku menyelesaikan pekerjaan terakhir hari itu dengan membereskan kertas yang mulai menumpuk. Beberapa berkas penilaian karyawan yang seharusnya sudah selesai aku rekap terpaksa tertunda karena beberapa hal yang penting yang harus aku kerjakan. Aku masih punya waktu sekitar 10 menit untuk mematikan komputer, namun niat itu aku urungkan lantaran aku ingat tulisan kakak aku di donnyverdian.net tentang tamagochi dan ulang tahun aku yang ditulisnya Mei lalu. Mata aku menelusur beberapa arsip di halaman webnya. Niat mencari tulisan tentang ulang tahun itu kembali aku urungkan, dan aku justru membuka tulisan tentang papa. Sepertinya sama dengan tulisan tamagochi ulang tahun yang ia tuliskabn saat hari ulang tahunku, “ Yang Satu Ini Untuk Ayahku “ juga ia tuliskan sebagai hadiah ulang tahun untuk papa September lalu.

Aku sudah pernah membacanya, kali ini aku hanya ingin mencetaknya, lalu aku bawa pulang, untuk aku berikan pada papa. Saay yakin, papa pun pasti tersentuh ketika membaca tulisan ini.

Seperti biasa, papa menjemput aku di halte bus dekat rumah. Sesampainya di rumah, ketika ada mama di ruang tengah sambil meletakkan dua gelas the hangat dimeja, aku mengangsurkan kertas hasil print out blog kakak aku.

Aku : Pa, ni tadi tak print-in tulisan mas Donny di blognya.

Papa : wajah bengong

Aku : Ini pa.. ini ditulis udah lama, waktu papa ulang tahun, tapi aku baru print sekarang.. baca aja pa, aku meh mandi sik.

Papa : opo to iki ?

Mama : opo to pa? seko blog-ke donny to? Aku wis moco kui.. ( ujar mama sambil menyipitkan matanya dari tempatnya berdiri )

Aku beranjak ke kamar mandi, dan meninggalkan papa sendirian di ruang tengah. Mama ke dapur, mengambil kopi untuknya sendiri.

Selesai mandi, kertas yang tadi aku bawakan untuk papa, sudah terlipat rapi di meja tulis belakang sofa tempat papa duduk. “ Lho, kok nggak dibaca to pa?? “ tanya aku pada papa.

uwis.. “ jawabnya singkat. Ia menjawab sambil mengepulkan asap rokok dari mulutnya.

“ yee.. dibawain malah reaksine gitu tok “ ujarku sambil melenggang ke kamar.

Tak lama aku kembali ke ruang tengah, nimbrung papa yang sedang nonton TV One. Sambil ber-sms, aku dan papa saling diam. Sekitar setengah jam papa tetap diam. Jangan-jangan papa ga suka ya aku print itu.. ujar suara kecil di dalam hati saya.

Tiba-tiba “ Chit, kamu gitu juga bisa nulis di blog? “ tanyanya.

“ Bisa pa, lha kenapa e ? “ tanyaku.

“ Papa tadi mbrebes baca itu, papa inget waktu masmu berangkat ke Sydney.. “ lalu sambungnya “ Mbok kamu nulis di blogmu, tulis kalo masmu itu bla..bla..bla.. “

Jadi, permintaan papa itulah yang membuat saya meluangkan waktu untuk menuliskan ini.

Mas Donny, meskipun ia adalah seorang yang nyentrik, aneh, dan agak nyeleneh, tapi buat papa, seorang Donny adalah anak yang sangat ‘dekat’. Mengapa saya menyertakan tanda ‘ .. ‘ ? karena secara fisik, memang mereka tidak dekat. Persis seperti apa yang mas Donny tuliskan di blognya. Namun, kedekatan mereka berdua secara emosional sangatlah erat. Bahkan melebihi kedekatanku dengan papa.

Kedekatan itu terasa saat kakakku masih kecil ( saat itu aku belum ada ). Ini beberapa cerita kedekatan mereka yang papa ceritakan padaku malam itu dengan mata yang menerawang dan ehem… sedikit berkaca-kaca.

Cerita pertama. Waktu itu, hujan deras aku didalam perut mama sekitar 7 bulan. Sudah hampir malam, dan papa belum juga pulang ke rumah kontrakan kami yang pertama di Kauman, Kebumen. Mas Donny menangis dan meminta mama mengantarnya ke kantor papa. Mama yang sedang hamil besar mungkin sebenarnya malas keluar rumah karena hujan dan perutnya yang semakin berat. Namun tangis anaknya itu membuatnya mengalahkan segalanya. Berbekal payung dan jaket sekenanya, mama mengantar Donny kecil ke jalan besar. Sesampainya di kantor pos, beberapa ratus meter dari rumah kami, papa yang sedang mengendarai motornya berpapasan dengan mereka berdua, lalu memboncengkan mereka samapi ke rumah. Sesampainya diu rumah, papa menenangkan Donny kecil yang masih saja khawatir karena keterlambatan papanya pulang.

Menurut cerita mama dan papa, tangisan Donny kecil saat itu kira-kira begini

“Ma, papa belom pulang, pasti kecelakaan dijalan …. Ayo di susul kedepan ma … “ begitu tangisnya. ( uh… kakaku ini ga peduli dengan aku yang masih ada di perut mama saat itu… à mungkin begini gumamku saat aku didalam perut mama )

 

Cerita kedua. Kejadiannya sama, ketika papa pulang terlambat, tiba-tiba sesampainya di rumah, mama bercerita pada papa kalau anak sulung mereka nangis sesorean hingga malam itu karena salah satu teman mainnya menakut-nakutinya dengan berkata, begini kira-kira …

“ Don, papamu nek mulih telat kui kecelakaan nang ndalan lho Don, kowe ra nduwe bapak meneh.. “ (Don, papamu kalau pulang terlambat itu kecelakaan dijalan lho Don. Kamu ga punya bapak lagi..)

Papa menghampiri putra sulungnya dan menenangkannya dengan menjelaskan bahwa ia pulang terlambat karena tugas luar dan memakan waktu perjalanan yang lama. ( pa, anak kecil kok dijelaskan pakai logika.. mana ngertiii.. kalo aku ada saat itu, pasti itu yang kukatakan pada papa… hakakakakakak )

 

Cerita ketiga. ( astaga… aku belum juga lahir?? Ohmaigaddddd kok kakakku ini kaya anak tunggal aja sihhh… L )

Waktu itu keluarga papa belum punya mobil. Setiap hari raya Idul Fitri, papa, mama dan Donny kecil berkunjung ke rumah Eyang di Blitar, Jawa Timur. Mereka memilih untuk naik kereta karena lebih aman dan santai daripada bus. Namanya aja kereta ekonomi ( jaman itu belum ada kereta Argo ya mas ? ), tiap stasiun pasti berhenti. Entah di stasiun keberapa, papa turun ke stasiun untuk membeli rokok, atau minum, atau majalah, atau sekedar buang air. Si mama dan Donny kecil tetap duduk di dalam kereta, menjaga barang bawaan, dan kursi yang mereka duduki. Mama tetap duduk tenang memangku Donny kecil yang mulai kelihatan gelisah. Donny kecil terus melihat ke luar gerbong dan mulai panik bertanya pada mamanya “ Ma, papa endi kok ra munggah-munggah ma? Engko nek keri pie? Ki sepure wis meh mangkat .. “ ( Ma, papa mana kok nggak naik-naik ? Nanti kalau ketinggalan gimana ? Kereta ini sudah hampir berangkat lagi “ ) Memang saat itu papa sudah tidak terlihat lagi dari gerbong kereta yang penuh sesak. Mama tetap tenang, dan berusaha menenangkan Donny kecilnya.

Sampai kereta benar-benar berangkat, papa tak kunjung datang ke kursi mereka. Donny kecil semakin panik, dan menangis pelan. Dahinya mulai berkeringat. Sampai tiba-tiba papa muncul dan duduk bergabung lagi bersama mereka. Donny kecil mengehmbuskan napasnya lega dan bergumam di pangkuan papa..

Tak kiro papa keri .. “ ( Aku kira papa ketinggalan ) sambil tersungging senyum manja dibibirnya.

 

Yah, semua cerita diatas itu aku tulis berdasarkan cerita dari dua orang yang paling aku percaya, Mama dan Papa. Bagaimana tidak kupercaya, saat itu, aku belum muncul di dunia. Entah kenapa, mungkin aku memang tidak dimunculkan dulu agar aku bisa menceritakan semua ini pada teman-teman. Setidaknya lewat tulisan yang acak-acakan ini, teman-teman mas Donny bisa tau, sebesar apa sayang mas Donny ke Papanya, dan seberapa dekat dan erat batin mereka terikat.

 

Salah kalau ada yang bilang, ayah dan anak laki-laki tak akan bisa dekat. Buktinya, mereka … J Semoga, tulisan ini bisa mengembalikan hubungan yang (mungkin) renggang antara para anak laki-laki dengan para ayah di beberapa tempat dan beberapa segi kehidupan yang ada. Gengsi bukanlah alasan untuk tak memperbaiki hubungan yang tak pernah berakhir ini.

 

How I love you Brother and Dad..

21 comments Oktober 24, 2009

berbahagia atau membahagiakan ?

berbahagia yang saya maksud berarti KITA berbahagia atas sesuatu yang bisa membuat kita merasa demikian. sedangkan membahagiakan berarti kita melakukan sesuatu agar ORANG LAIN bahagia..

dua kata yang memiliki banyak makna ini terlintas di benak saya ketika salah satu teman kantor saya menceritakan sebab musabab kenapa ia mengakhiri hubungan dengan calon tunangannya. si pacar ini ternyata dipaksa orang tuanya untuk menerima lamaran mantan yang membuat orang tuanya merasa berhutang budi. saya bisa merasakan sakit hatinya ketika sekilas saya melihat matanya. sebentar memang, namun saya bisa melihat kesedihan yang mendalam dihatinya. meski di depan teman yang lain ia berusaha tetap senyum, namun di balik candanya pun, saya tetap bisa merasakan bebannya…

 

pembicaraan di YM kami sampai saat ia berkata bahwa ia sudah lelah untuk terus berkorban dan membahagiakan orang lain tanpa ia merasakan kebahagiaan.  kami berbeda pendapat.

menurut saya, membahagiakan dan berbahagia adalah dua hal yang tak bisa dipisahkan dan harus berjalan beriringan. menurut saya, seseorang akan menemukan kebahagiaannya setelah membahagiakan orang lain. sedangkan menurut teman kantor saya ini, seseorang harus berbahagia dulu sebelum membahagiakan orang lain.

uhmmm…. sejenak saya berpikir, dan kemudian saya berkata “jadi membahagiakan dan berbahagia seperti kuliah ya, membahagiakan adalah mata kuliah pra syarat sebelum kita mendapatkan kebahagiaan.. “

dari pemikiran itulah saya jadi menyimpulkan bahwa membahagiakan atau berbahagia, tentang mana yang lebih dulu harus kita lakukan adalah tergantung bagaimana sifat dasar kita sendiri..

 

saya adalah orang yang lebih memilih diam daripada harus ‘ribut’ dengan orang lain. karena itulah saya bilang saya akan mendapatkan kebahagiaan saya ketika saya sudah membahagiakan orang lain..

sedangkan untuk orang lain yang lebih berani mengambil resiko daripada saya pasti akan memilih membahagiakan diri sendiri dulu sebelum membahagiakan orang lain..

 

keduanya tak ada yang salah, karena masing-masing mempunyai kelebihan untuk bertindak. saya lebih memilih membahagiakan orang lain terlebih dahulu karena saya yakin, kebahagiaan saya sudah ada jatahnya, tak akan dirusak dan tak akan terbuang atao expired jika saya membahagiakan orang lain dulu..

begitu juga dengan teman saya ini, ia lebih memilih dirinya lebih dulu bahagia karena menurutnya ia akan lebih bisa membahagiakan orang lain ketika ia sendiri sudah berbahagia, benar adanya.. kaena ketika kita berbahagia kita tak akan punya beban untuk membahagiakan orang lain..

 

yah… memang perbedaan ini pula yang Tuhan beri kepada kita saat kita lahir..

mungkin tentang perbedaan persepsi kebahagiaan ini hanya seujung kuku daripada perbedaan tentang kepercayaan dan politik. besar atau kecilnya ukuran sebuah perbedaan, tergantung bagaimana kita menyikapinya…

 

kalau saya, memandang perbedaan sebagai sebuah proses untuk mendapatkan saya yang lebih bermutu, bermakna bagi orang lain, dan berbahagia karena menerima perbedaan mereka..

 

have a nice blogging.. :D

3 comments Juli 3, 2009

hargai orang lain please….

apa salahnya menghargai orang lain? semua itu demi reputasi kita sendiri kok… trust me…

Continue Reading 5 comments Juni 13, 2009

menang ! !

Siapapun ingin jadi pemenang dalam ‘kompetisi’ di hidupnya . . .

Continue Reading Add comment Mei 14, 2009

Pelangi . . .

pelangi itu sudah berubah image di mataku . . .

Continue Reading 4 comments Februari 11, 2009

pengen jadi apa kamu ?

image, bisa kita bangun sendiri dari cara wajah kita berekspresi . . .

Continue Reading Add comment Februari 11, 2009

perjalanan . . .

Akhirnya setelah melalui banyak masalah dan batu2 sandungan, saya berhasil menyelesaikan kuliah saya ini dengan sebuah gelar tertempel dibelakang nama saya.

Hufh….
Kuliah saya ini benar-benar perjalanan panjang yang tidak seperti orang-orang yang waktu kuliahnya ‘normal’. Berarti saya tidak ‘normal’? ya benar! Saya tidak normal. Kuliah saya tidak normal…

Saya lulusan tahun 2003. Lulus SMU kala itu agak sedikit ngeri. Karena lulusan angkatan sebelum 2003 bisa dibilang ‘sebego-begonya pasti lulus’. Hal itu disebabkan belum muncul aturan tentang nilai minimal kelulusan. Dan (sialnya), angkatan saya, angkatan 2003 adalah angkatan percobaan aturan yangbaru tersebut. Tentu saja masih segar diingatan kita bahwa tahun 2003 lalu, syarat nilai minimal kelulusan adalah 3,00 (tiga mutlak, red), yang dilihat dari mata pelajaran tiga mata pelajaran yang diujikan yaitu Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, Ekonomi (untuk jurusan IPS, red.). mata pelajaran untuk jurusan IPA saya kurang tau apa.

Singkat kata, saya berhasil lulus dengan nilai yang lumayan.. ga mau sombong soal nilai, karena masa sekolah saya waktu saya berseragam, tidak pantas untuk di sombongkan. Hehehehe….. ya, bisa dibilang saya anak yang standar dengan nilai yang standar juga. Apalagi bila dibandingkan dengan kakak saya satu-satunya yang punya otak eksakta abizz.. :p

Sedikit bercerita tentang saya selama sekolah ni ya.. saya tuh anak yang hidupnya paling normal. Tenang, hampir tak berfluktuasi karena sakit hati diputusin pacar, atau berantem ma orang tua. Uhm…. bisa dibilang saya anak baik-baik yang sekolah datang tepat waktu, ikut kegiatan secukupnya, ga pernah cabut saat pelajaran yang super duper membosankan, ga pernah ngeroyok anak baru yang cantik dan menyedot perhatian cowok-cowok, ga pernah di datengin kakak kelas cewek yang (ngerasa) saya mengusik pacar-pacar mereka. Ah, pokoknya saya anak baik-baik yang juga ga pernah keluar malam untuk pacaran, ga pernah pergi muter-muter kota tanpa tujuan.
Tapi, bukan berarti saya kuper loh. Saya termasuk anak gaul juga. Karena di SMU saya yang letaknya 8 KM dari rumah itu (desa, RED.), saya anak yang rumahnya ditengah kota. Jadi untuk urusan bergaul, saya ga pernah bermasalah. Hal ini yang saya sangat banggakan bila dibandingkan dengan kakak saya yang sangat pintar itu, tapi temennya sedikit. Dari tahun ke tahun itu itu saja temennya. (bahkan ada temen Tknya yang masih berhubungan sampai sekarang…) Papa saya sendiri bilang kakak saya itu angkuh.. 

Nah, selama masa SMU saya, yang paling berkesan itu adalah saat mendekati masa ujian akhir, sekolah mengadakan tutor yang wajib diikuti murid-murid kelas tiga. Saya termasuk donk. Karena saya orang yang ga betah gerah dan panas, saya ga pernah lupa bawa satu dompet kecil yang isinya sabun muka, dan toner buat bersihin muka. Jelas, tujuh jam di kelas bikin muka saya jadi kilang minyak. Dompet itu bener-bener membantu saya agar bisa keliatan segar dan ga ngantuk setiap tutor dimulai. Saat temen-temen saya kewalahan nempel-nempelin kertas minyak dimuka mereka, saya santai-santai aja karena sudah segar lagi. Awalnya, temen-temen cewek yang ngerasa rumahnya lebih kota daripada saya (padahal saya yakin, saya satu-satunya yang rumahnya bener-bener ditengah kota :p) , ngelirik sinis ke dompet saya plus handuk kecil yang saya bawa tiap saya keluarin dari tas sebelum kelas tutor dimulai. Eh ga berapa lama, temen-temen cewek yang sinis tadi mulai ikut-ikutan membawa dompet serupa dengan isi yang serupa pula, malah jauh lebih ekstrim kelihatannya. Sampai-sampai salah satu temen saya yang agak bencis yang adalah sahabat dekat saya, nyeletuk gak kalah sinis sambil bilang kalo mereka ikut-ikutan saya. Ah, saya sih lenggang kangkung aja, menuju kamar mandi dan melakukan rutinitas penyegaran muka saya. Bodo amat . . .
Ada lagi yang bikin saya geli, mama saya sangat khawatir kalo sya kelaparan menjelang tutor. Dan selain lebih hemat, saya kadang ga doyan dengan makanan yang dijual ala kadarnya di kantin. Meskipun kantin cukup bersih, tapi kerongkongan saya ga bisa diajak kompromi. Minum minuman yang ada pemanisnya saja bisa bikin saya ga masuk tiga hari karena radang tenggorokan. Hufh….. ini sudah penyakit keturunan, jadi tolong ga usah komentarin saya sok bersih dan kawan-kaawan. Percuma! Saya sudah kebal…
Nah mama saya sering sekali bawain saya bekal makan siang buat dimakan saat break menjelang tutor. Awalnya saya malu. Udah gede masih aja di bekalin. Hufh…. tapi ya udah, lagian liat mama yang bangun pagi-pagi buat nyiapain makanan, masa ga saya makan. Jadilah saya makan bekal saya itu. Lumayan, kenyang, enak, hemat.  Lagi-lagi, gank cewek yang sinis tadi ngelirik saya! Dan lagi-lagi juga, mereka ikut-ikutan!!
Jengkel juga, tapi whatever lah, bodo amat!

Sampai akhirnya setelah perjalanan panjang tutor tadi, saya menjalankan ujian akhir nasional yang PERTAMA sepanjang sejarah pendidikan Indonesia. Tiga mata pelajaran dengan nilai minimal 3,00. fiuh…. deg-degan sangat! Apalagi harus ketemu ekonomi yang di mata pelajaran akuntansi saya agak lemah. Tapi untungnya, berkat andil papa yang ngajarin saya dasar-dasar akuntansi, yang kalo ditambah masuk ke debet atau dikurang masuk ke kredit, saya bisa lolos dan menerima nilai Ekonomi yang lumayan….hancur…. hehehehe

Tapi lagi-lagi perjalanan saya ga normal. Saya lulus SMU dan mengejar cita-cita saya sejak kecil, yaitu PENGACARA. Jadilah saya daftar di Universitas Atma Jaya Yogyakarta. Dan diterima! Lulus uji seleksi dengan peringkat lima terbaik, lumayan bikin saya bangga. Bertahan dua semester, karena ada sesuatu dan lain hal yang tidak bisa saya ceritakan disini, saya memutuskan untuk keluar. Awalnya saya mau daftar di Sanata Dharma. Tapi namanya nasib, saya dibawa Tuhan ke Modern School of Design dan ngambil jurusan Design Interior. Cuma pendidikan setahun. Tapi sumpah! Ini mata kuliah yang sangat menyenangkan. Bayangin aja, kita belajar membangun ruangan berdasarkan imajinasi kita agar ruangan itu jadi sangat bagus! Dan saya berhasil lulus dengan nilai yang memuaskan.

Kelulusan saya dari MSD membawa saya ke Duta Wacana. Menurut papa, disanalah saya temukan bintang saya. Ya! Bintang, karena di sanalah, saya menemukan sesuatu yang lebih dalam diri saya. Mengambil konsentrasi Marketing Communication, bikin saya kenal gimana bikin iklan yang baik, bahkan skripsi saya membahas tentang kejujuran beriklan yang adalah penelitian baru sepanjang sejarah Universitas Kristen Duta Wacana. (Ya iyalah, secara konsentrasi Marketing Communication baru dibuka di angkatan saya, dan merupakan konsentrasi terbaik..). tapi jujur, bisa lolos pendadaran dengan menjawab bantaian-bantaian dosen yang amit-amit juteknya tuh bikin saya super duper lega dan sambil tersenyum bangga saya menelepon papa dan bilang ‘Aku lulus Pa…’. eh, si papa malah biasa aja sambil bilang ‘Ya wajar to kamu lulus. Toh IPK kamu ga pernah rendah..’ …..

Tuing…… air muka saya langsung berubah konyol…
Ya, jujur saja, bukan respon seperti itu yang saya pengen dapatkan dari papa dan mama.. yah… at least papa sedikit teriak kek, ga perlu histeris, yang penting keliatan bahagia gituw…. Lebih lucu lagi reaksi mama, pas saya telpon papa, mama sedang gak dirumah. Ga lama berselang, mama sms isinya gini ‘mama ga heran kamu lulus, tapi aneh juga kalo mama ga ngucapin ke kamu, selama t yah dek, atas kelulusannya..’ gitu!!!

Yah…
Singkat kata, saya berhasil menambah rasa bahagia mama dan papa yang sehari sebelum kelulusan saya dapat kabar bahagia dari Sydney yang datang dari anak pertama mereka bahwa kakak saya setelah penantian yang cukup panjang, akhirnya mendapat pekerjaan sebagai design majalah bisnis milik Inggris. Dengan gaji yang sangat menyenangkan tentunya.

Sedikit hati saya berbicara saat saya merenung untuk bersyukur atas kelulusan yang saya raih dan sekaligus hadiah untuk papa mama saya. Betapa saya bersyukur karena rahmat dan berkat Tuhan Yesus Kristus dan perlindungan Bunda Maria kepada saya, kakak, papa dan mama agar bisa merasakan kebahagiaan yang benar-benar membahagiakan.

Dan saat ini, saat saya mem-post-kan tulisan ini, saya mulai berpikir untuk lebih jauh memikirkan masa depan saya yang sudah terbentang jauh di depan.

Terimakasih Tuhan, atas berkat dan perlindungan yang telah boleh saya rasakan.

4 comments Februari 8, 2009

tujuh huruf bernama S K R I P S I

Hufh. .
Meskipun belum 100% tuntas, tapi saya betul2 merasakan susahnya skripsi! Bukannya berniat untuk menakut2i, tapi memang dmikian keadaannya. .
Masih untung saya dibimbing oleh dosen baik hati yang selalu bersedia meluangkan waktunya utk membimbing saya yang sangat lemah di statistik dan hitungan ini. .
Tapi, overall, skripsi meski melelahkan dan make me stressfull (sampai2 hampir opname krn asam lambung yg semakin kronis) namun sangat fluktuatif. Persis spt pasar saham yg lagi naik turun. Kadang sehari penuh saya malas menyentuh skripsi saya meski deadline makin dekat. Tapi sering juga saya merelakan waktu berduaan dgn pacar saya dan teman2 saya dan lebih milih didepan komputer mengerjakan skripsi dengan kursor yg terus berkedip dan berjalan meninggalkan alphabeth2 yang membentuk kata, kalimat, kemudian sempurna menyusun bab per bab (hufh panjang bgt kalimatnya). .
Jadi, teruslah susun masa depanmu mulai dr langkah terkecil, bahkan sebuah alphabeth sekalipun. Karena jarak ribuan mil dimulai dari sebuah langkah kaki. .

Add comment Januari 13, 2009

Previous Posts


Categories

  • Blogroll

  • Feeds