hargai orang lain please….

Juni 13, 2009 at 9:01 am 5 komentar

siang ini seperti siang yang lainnya. tetap sama, saya tetap saya, dan komputer di hadapan saya tetap monitor dengan chasing hitam, sama seperti kemarin.
yang sedikit membedakan adalah beberapa tumpuk kerta dimeja saya yang menunggu untuk di rekap ke dalam satu tabel yang entah disebelah mana ujungnya. dan yang sedikit membedakan adalah peran saya yang (sepertinya) kembali direndahkan. dicari cari kesalahannya, dan dianggap anak-baru-yang-gak-tau-apa-apa meskipun saya hampir satu bulan di lingkungan yang baru ini.

hufhhh…
saya rasa tak perlu untuk saya mendeskripsikan siapa yang merendahkan saya, yang mencari-cari kesalahan saya, yang menganggap saya anak-baru-yang-gak-tau-apa-apa.. terlalu bodoh kalau saya beberkan semuanya.

saya hanya berpikir, kenapa ada orang seperti dia yang menganggap dirinya tidak pernah menyakiti orang lain (begitu yang ia katakan beberapa waktu yang lalu) padahal ia mengucapkan itu hanya selang beberapa jam setelah menyindir dan benar-benar meremehkan saya. yang saya lakukan saat itu hanya membalas perkataannya yang menyakiti perasaan saya dengan senyum dan pergi.

siang ini terulang lagi. oke, fine kali ini hanya lewat telepon, tapi dari nada suaranya pun, saya bisa ‘membaca’ apa yang ada di pikirannya. dan saya pun bisa membayangkan, bagaimana ekspresi mukanya saat ia berbicara dengan saya. saya juga nyaris bisa mengira-ira apa yang ia gumamkan setelah menutup telepon dari saya yang diakhirinya tanpa ucapan terimakasih atau basa basi yang paling basi sekalipun.
sakit hati saya untuk mengingatnya.

tapi, terlintaskah dipikirannya apa yang saya rasakan setelah sikapnya pada saya yang dianggapnya anak-baru-yang-gak-tau-apa-apa ??
sadarkah ia, bahwa anak-baru-yang-gak-tau-apa-apa ini juga punya rasa yang bisa terluka??
taukah dia bahwa apa yang ia lakukan hanyalah menghancurkan reputasinya sendiri??

hufhhh….
Tuhan, says sudah merelakan kejadian tempo hari saat ia meremehkanku,
saya juga sudah mencoba sabar dengan tetap memberinya senyuman sesaat setelah ia puas meremehkanku,
bahkan tadi pun, saya tetap menganggapnya orang yang harus disegani ketika saya tetap mengakhiri telepon dengan sepatah kata ‘terimakasih’ dan seberkas senyum meski sikap dan cara bicaranya sangat menyakiti saya…

Tuhan, saya cuma bisa berusaha membuktikan, bahwa anak-baru-yang-gak-tau-apa-apa itu punya kemauan untuk berusaha dan mau memaksa otaknya untuk terus bekerja meskipun kondisi seperti ini (mungkin) akan terus saya rasakan…

doa saya, semoga ia, tidak bersikap yang sama kepada semua orang, karena perbuatannya itu, akan ia tuai di kemudian hari..

doakan saya Tuhan, agar saya kembali merasa nyaman di sini, ditempat dimana Tuhan sudah tentukan untuk tempat saya bekerja….

AMIN… :’(

Entry filed under: Uncategorized. Tags: .

menang ! ! berbahagia atau membahagiakan ?

5 Komentar Add your own

  • 1. Joddie  |  Juni 19, 2009 pada 10:30 am

    sabar ya mbak… mungkin dia cuma sekedar iri.. atau takut kehilangan pamornya.. dan itu wajar kok.. (liat aja tuh kenapa selalu ada OSPEK / kegiatan sejenis di Universitas)..

    Saya kira solusi terbaik adalah mengampuni (gw yakin u sering dapet pengajaran ttg ini).. yg penting tetap semangat ‘n jangan menyerah.. keep in fight.. tetap tersenyum.. keep relax.. jangan dendam.. cuekin aja..

    aku percaya kok ini hanya sebuah proses, seperti halnya sebuah anak tangga yang akan membawa kakimu menuju ke tempat yang lebih tinggi lagi…

    Balas
    • 2. chitraverdiana  |  Juli 2, 2009 pada 2:48 am

      iya mas, bener banget, ga ada hal lain yang bisa saya lakukan selain melupakan kesalahannya dan menjadikan itu motivasi untuk lebih baik lagi.. :) toh bukan keran dia saya ada disini sekarang.. :)

      Balas
  • 3. genialbutuhsomay  |  Juni 19, 2009 pada 7:50 pm

    tempat dimana kita bekerja memang sangat dituntut akan kenyamanannya… jika ada satu ajja yg betingkah… huhhh… tp bener apa kata kang joddie… mungkin cma gag mo k’hilangan pamornya… hal2 spt ini akan terus ada dimanapun kita berada, dimanapun kita bekerja… ini manusiawi.. ambiance lingkungan tmp kita beraktifitas..

    sabar2 ajja iia mba’nya :) salam kenal sekalian nii :)

    Balas
    • 4. chitraverdiana  |  Juli 2, 2009 pada 2:50 am

      iya, saya pikir saya ga akan bermasalah dalam beradaptasi, memang beradaptasi adalah hal yang mudah buat saya yang lumayan ceriwis ini, tapi beberapa orang seperti yang saya ceritakan diatas tadilah yang membuat saya merasa tak nyaman… gini salah, gitu salah..
      tapi toh saya hanya bisa menjalani.. :)

      Balas
  • 5. aprillins  |  Juli 8, 2009 pada 3:13 pm

    emang kerja di mana cit kalo boleh tau? bulan pertama emang sering nemuin yang aneh2 ntar bulan ke 3 juga biasa wkwwowkowwokwk…

    Balas

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Kalender

Juni 2009
S S R K J S M
« Mei   Jul »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

Most Recent Posts


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.