Archive for Juli, 2010
dulu, dia temanku
semasa SMU, saya pernah punya seorang pacar, yang (kata teman-teman) cakep, jagoan basket sekolah, dan pintar.. pokoknya (kata temen-temen) pacar saya itu adalah seorang cowok yang disukai beberapa temen saya yang cewek tentunya..
sayangnya, saat itu saya tidak benar-benar memahami arti cinta (monyet).. jadi saya hanya pacaran aja..kalo jaman sekarang mungkin disebutnya sebagai ‘status palsu’, padahal overall si pacar saya ini adalah seorang sahabat yang baik.
Uhmmmm tapi postingan saya kali ini bukan tentang dia, tapi tentang salah satu temannya yang juga menjadi teman saya.
Teman saya ini seorang cowok juga, orangnya aneh kalo saya bilang. Eksentrik. Eh, ga juga ding, hanya saja perilakunya agak aneh, kaya agak hiperaktif gitu menurut saya. Herannya saya justru nyaman kalo cerita ke dia daripada ke pacar saya saat itu. Termasuk cerita waktu mau mutusin pacar saya pun, saya memilih dia untuk dimintai pertimbangan.
Karena mereka kakak kelas, dalam tempo singkat, saya kehilangan jejak para sahabat ini. Yaaa seperti biasa, tahun berganti tahun, lalu tanpa sadar, 7 tahun sudah saya dan para sahabat ini tidak saling komunikasi.
Sampai pada suatu minggu pagi, di kapel dimana saya dan mama saya biasa mengikuti misa ekaristi, mama menyenggol lengan saya dan menunjuk seseorang yang ternyata si sahabat mantan pacar saya semasa SMU yang aneh itu tadi. Totally surprised dibuatnya karena ukuran badannya yang membesar hampir tiga kali lipat. Hmmm… sedikit terkikik saya menunggu ia berbalik, lalu saya menyapanya.
Saling sapa yang sangat singkat saat bertemu beberapa minggu yang lampau, sampai tempo hari, notification di handphone saya berbunyi, ada sebuah mesej dari seorang teman di facebook saya. Ketika saya baca, saya kaget.. (saya tidak akan menuliskan ulang apa isi mesej yang ia kirim pada saya) begini kira-kira mesejnya :
“kamu kok berubah banget ya,,”
setengah tersenyum, pikiran saya menerawang mundur ke masa sekolah saya dulu.
jujur saja saya menganggap masa SMU saya tidak bisa dibilang baik, karena di masa itulah untuk pertama kalinya saya dikecewakan oleh sahabat terdekat saya. dan karena lingkungan pergaulan ‘geng’ perempuan di kelas saya dan ‘geng’ mantan sahabat saya yang akhirnya mengecewakan saya itulah, saya tidak pernah menganggap teman-teman sekolah saya ada dalam kenangan saya.
nah, rupanya mesej salah satu teman saya ini seolah membangunkan saya dan mengingatkan bahwa diantara mereka yang saya anggap mengecewakan, ternyata justru ada seseorang yang tidak pernah saya duga justru pernah memperhatikan saya, dan tidak malu melawan egonya untuk menegur saya duluan..
Hmmm… Tuhan, kalau malam ini ikutan baca postingan saya, saya minta maaf ya karena udah under estimate sama teman-teman saya dulu..
Berkati mereka ya Tuhan, semoga mereka terus mendapatkan penghargaan untuk setiap perhatian mereka..