Footnote

Kita semua tahu, apa itu footnote. Footnote adalah catatan kaki. Catatan bantuan yang ada di sebuah artikel, cerita pendek, novel, bahkan kitab suci, yang menjelaskan bagian dari kata yang dijelaskan di catatan utama.

Feels like a footnote

Beberapa bulan yang lalu, aku membaca kata-kata ini jadi status Blackberry Messenger seorang teman lama. Saat itu sih, aku biasa aja menanggapinya. Nothing special. Ya, Cuma sekedar tulisan aja.

Tapi lama kelamaan bacanya, jadi kepikir bahwa feels like a footnote ini bisa menjalari beberapa orang. Diantaranya, salah satu sahabat yang ku sebut namanya sebagai Bunga (bukan korban perkosaan ya). Ia merasa hanya dihubungi saat dibutuhkan. Seperti footnote yang hanya dibaca bila diperlukan.

Bunga seorang perempuan dewasa muda yang bisa dibilang cerdas. Usianya sekitar 26 tahun, sudah bekerja sebagai staf diperusahaan menengah. Punya kemampuan komunikasi yang diatas rata-rata (aku pernah liat sendiri hasil test IQnya), dan punya logika yang luar biasa. Sehari-hari Bunga menghabiskan 8 jam sehari di kantornya yang berjarak sekitar 10km dari rumahnya. Sisanya ia berada dirumah, ngobrol, menulis, dan beberapa hal dia kerjakan dirumah bersama ibu dan ayahnya.

Bagiku, dia terlihat sangat menikmati hidupnya yang sederhana namun sempurna. Tapi ternyata suatu hari aku menemukan Bunga menangis tertahan di sudut ruang tunggu sebuah rumah sakit.

Waktu kutanya, katanya…

“chit, have a time to hear me? Aku ngerasa ga berguna. Aku ban serep. Aku obat merah yang dipake saat dibutuhin aja. Kamu tau? Aku mencintai seorang pria yang sudah beristri. Aku tau aku salah, tapi aku merasa bahwa kami pernah bertemu dikehidupan sebelumnya dengan hubungan yang baik. Mungkin dulu kami papa-anak, kakak-adik, atau bahkan suami-istri. Pertama kali ketemu dia, aku merasa sudah sangat mengenalnya saat melihat matanya. Aku merasa bahwa kami saling mengenal meski kami belum pernah bertemu. Aku tau kamu pasti ga percaya kenapa logikaku hilang begitu saja. Rasanya logikaku menyublim diudara. Rasanya aku ga mampu berkata-kata.

Chit, kamu harus tahu bahwa semua kata-katanya meyakinkan. Sangat meyakinkanku bahwa dia juga mencintaiku. Dia juga meyakinkanku bahwa cinta ini tak pernah salah. Tapi kamu tau Chit? Saat aku mencoba menetralisir perasaanku dengan memintanya untuk menyudahi perasaan ini, dia ga mau. Dia bilang bahwa ini harus berlangsung selamanya.

Sampai suatu hari, kami sudah menyusun rencana yang sederhana untuk kami bertemu. Aku ingin bersamanya. Hanya bersamanya. Doing nothing. Semua sudah kami susun begitu rapinya. Agar kami tetap saling bertemu dan bisa saling menceritakan apa yang kami jalani seharian ini. Aku salah ya Chit? Tapi aku tau aku mencintai dia. Demikian juga denganku.

Tiba-tiba siang itu, dia mengirimkan message bagiku yang isinya istrinya menyusun acara untuknya malam itu. Ya, malam itu. Malam dimana kami merencanakan menghabiskan waktu 30 menit untuk bersama. Tiga puluh menit Chit!! Waktu yang amat sangat singkat untuk kamu. Tapi bagiku 30 menit itu akan menjadi luar biasa karena aku bisa menunjukkan cintaku padanya, hanya dengan menyentuh tangan dan lengannya yang beberapa kali pernah memelukku.

Chit, saat itu juga aku menyadari bahwa aku tak lebih dari sekedar ban cadangan untuk mobilnya. Ban cadangan untuk hidupnya. Aku tau posisiku sungguh amat rendah. Bukan hanya sekedar ban cadangan, namun lebih rendah dari sekedar kertas koran bekas yang terususn rapi dan berdebu di gudang belakang rumah.

Susah untukku melupakan dia, meski dalam hidupnya aku bukan cerita utama, aku hanya cerita sampingan, tambahan yang jika tidak dibaca pun, ia tak akan kehilangan cerita utamanya. Aku seperti pelangi yang indah, namun hanya sesaat. Aku percaya bahwa aku seperti embun yang selalu menghilang segera sebelum matahari menunjukkan kekuasaannya.

Chit, kamu bisa ngerasain apa yang aku rasain? Aku mencintai dia, namun aku menjadikan diriku sendiri saat yang tak pernah berlangsung lama. Aku sangat melengkapi hidupnya, karena sejak ada aku, hidupnya tak pernah lagi kosong. Semua kekosongan yang ada, telah kuisi.

Sekarang aku memutuskan untuk mengakhiri semua ini. Aku harus mencari pria yang sungguh-sungguh mencintaiku di kehidupanku yang saat ini. Bukan dikehidupanku sebelumnya.

Chit, tolong ungkap ini di blogmu. Aku tau jarang orang yang baca blogmu. Untukku itu menguntungkan, karena tak akan banyak orang yang membaca ceritaku.”

Ia mengusap air matanya. Tangannya gemetar sambil menggenggam sebungkus obat, lalu wajahnya kembali melunak. Matanya menjadi teduh, lalu ia mengawali cerita lain, dan kami berdua larut dalam cerita ringan yang mengembalikan senyum di wajahnya.

Aku bingung, apa yang membuatnya percaya padaku. Teman lama yang sudah sangat jarang berhubungan dengannya. Tiba-tiba ia menceritakan semua padaku.

Diakhir pertemuan singkat kami, ia berkata lagi..

“Chit, siapapun kamu, aku, dan kekasihku, aku tau kita tak akan pernah saling mengenal dalam satu lingkup yang sama. Karena kekasihku telah pindah ke luar negeri bersama istrinya. Dan itu yang terbaik untukku. Thanks, sudah mau dengarkan seritaku yang membuatmu pusing. Bye..”

Ia melambaikan tangannya, dan menghilang dibalik pintu lift.

Aku masih terduduk diam dan mencatat semua yang ia ceritakannya di otakku. Ia merasa dirinya menjadi footnote yang hanya dibaca saat diperlukan. Sungguh tak menyenangkan berada di posisinya. Ia sangat tersiksa dengan cinta yang mendalam untuk kekasihnya (begitu ia menyebut pria beristri itu) namun ia sungguh sangat menyadari posisinya akan menjadi seperti itu. Dihubungi saat memungkinkan, dihubungi saat dibutuhkan, dicari untuk mengisi kekosongan, dan dimiliki dalam bayangan.

Aku harus mengunggahnya ke blog ini. Blog yang aman bagi siapapun bercerita karena jarang dikunjungi. Blog yang masih sangat rahasia.

 

Thanks to : Qnoy : copas footnotenya

Iklan

Doraemon

Gambar

Siapa yang tidak kenal tokoh kartun satu ini? Bentuk kepalanya yang bulat, badannya yang nyaris lonjong padat, dan senyumnya yang setengah lingkaran membuat semua orang menyukainya. Mulai dari anak kecil, sampai orang setua aku (27 tahun boleh kubilang tua ya) atau suamiku (31 tahun jelas lebih tua daripada aku..). dan satu lagi yang membuatnya menarik adalah kantong ajaibnya yang benar-benar ajaib. Karena semua masalah yang ada bisa teratasi karenanya.

Yap, kantong ajaib! Kantong itu menarik perhatianku sejak lebih kurang 19 tahun yang lalu waktu aku masih kelas 4 SD. Aku punya sahabat, perempuan, dia berperawakan tinggi dan kurus. Dia jauh lebih pintar dari aku. Sungguh amat jauh bahkan perkalian 7 X 8 dan soal kuadrat, akar dan turunan yang bagiku sangat sulit kujawab, baginya adalah perkara yang mudah. Bodohnya saat itu aku tak menggunakan kalkulator untuk membantuku mengatasi penderitaanku, yang ternyata baru kusadari setelah aku sebesar ini bahwa otakku memang tak dapat menerima deretan angka dengan baik.

Nah sahabatku ini pernah sekali waktu disela istirahat sekolah, di taman bermain, ia menanyaiku “Chit, kalo ketemu doraemon, kamu mau minta apa dari dia?”

Dan Chitra kecil menjawab dengan mata menerawang ke langit berharap Doraemon turun dari langit dengan menggunakan baling-baling bambu “Aku mau minta mesin waktu, biar aku bisa tau, kalo gede aku jadi apa”.

Saat itu mata sahabatku ini berbinar dan ia menjawab “Kalo aku mau minta kantong ajaibnya aja. Kan aku bisa ngapain aja pake kantong ajaib itu.”

Suara lonceng yang dipukul dengan tongkat besi terdengar nyaring mengakhiri istirahat bermain dan kami berlarian masuk ke ruang kelas melanjutkan mata pelajaran masing-masing.

Percakapan masa kecil itu teringat dipikiranku lantaran sampai saat ini setiap hari Minggu pagi, sepulang gereja disudut kota, aku dan suamiku menghabiskan waktu sarapan untuk melihat film yang sama, yaitu Doraemon. Dengan cerita yang nyaris sama.

Dalam cerita itu, saat ini aku menganalisa. Semua alat yang Doraemon miliki memang tak menyelesaikan masalah dengan mendasar. Yang ada penyelesaian masalah sesaat. Karena toh Nobita terus-terusan manja, masih ajeg tidak mengerjakan PRnya, mengerjakan soal ulangan dan mendapat nilai 0, dan masih terus membangkang, mengeluh, menangis, marah dan lain sebagainya.

Tapi aku yakin, jika Doraemon bener-bener ada, pasti yang paling masuk akal untuk mencapai penjualan tertinggi di jaman edan ini adalah mesin waktu!

Dan pembeli paling potensial mesin waktu itu adalah :

  1. ABABIL alias ABG Labil

Mereka pasti ingin mesin waktu biar ga putus cinta, atau untuk tau apakah gebetan mereka adalah yang menjadi suami mereka nantinya

  1. KORPUTOR

Karena mereka pengen tau apakah kelakuannya akan terbaca oleh hukum dan akan terbaca oleh petinggi negeri ini

  1. KONTESTAN IDOLA

Mereka ga tahan pengen liat hasil akhir siapa jadi juara. Kalo bukan diri mereka sendiri, mereka akan berhenti bayarin pulsa ke tetangga-tetangga yang janji akan dukung lewat sms.

Nah yang keempat dan seterusnya pastinya banyak ya, tapi kalau aku ketemu sahabatku lagi yang saat ini menetap di kota kelahiranku, aku akan bilang bahwa aku tetap memilih mesin waktu daripada kantong ajaib. Karena aku ingin kembali ke masa laluku dan memperbaiki beberapa hal yang terjadi disana.

Meski aku tau rumusan kehidupan tak pernah mengijinkan kehidupan untuk berputar kebelakang. Semesta tak pernah mengijinkan porosnya berbalik arah.

Karena pada dasarnya hidup itu lebih mirip seperti sirkuit balap, dimana ketika seseorang masuk kedalamnya, ia harus menyelesaikan putarannya. Bukan mundur, berhenti, bahkan berbalik arah. Dan jika itu dilakukan, yang terjadi malah… dhuerrr.. tertabrak mobil balap yang berkecepatan tinggi berduyun-duyun menentang mobil gila itu kemudian hancur berkeping-keping.

Tapi yang kulakukan hanyalah ingin memperbaiki beberapa kesalahan kecil yang terpaksa harus kunikmati “buahnya” hari ini. Bukan untuk membuat hidupku sempurna, karena toh didunia ini tak ada yang sempurna. Tapi aku ingin sedikit membentuk ceritaku lebih indah daripada hari ini.

Eit, bukan berarti aku juga tak puas dengan hidupku, tapi aku hanya ingin memperbaiki saja. Percayalah! Ehm, oke oke, bukan memperbaiki deh, tapi menyempurnakan masa laluku.

Misalnya saja, aku ingin agar aku bisa belajar dengan metode yang tepat sejak aku SD agar aku bisa jadi ‘anak pintar’ di sekolah. Aku ingin agar aku mematuhi perintah Papa dimana Papa mengajarkan untuk mencatat semua tugas dan hal-hal penting supaya aku lebih terorganisir. Aku ingin agar aku menuruti perintah Mama untuk bantu bikin kue supaya aku bisa lebih mahir membuat kue dan bukan sekedar kaastengels alakadarnya seperti sekarang. Aku ingin agar aku bisa mengerjakan banyak hal dalam satu waktu.

Dan yang paling parah, aku ingin memutar waktu agar aku dapat menghapus pemahamanku mengenai kehidupan sebelum saat ini. Karena menurutku pemahamanku itu keliru. Aku merasa aku mengenali beberapa orang disekitarku jauh sebelum aku benar-benar mengenal mereka. Bagiku aku bisa merasa sangat mengenal mereka meski baru pertama kali bertemu.

Hal itu menyedihkan. Karena bisa jadi aku sangat tertarik pada seseorang karena aku merasa kami pernah saling mengenal sebelum hari ini. Dan akhirnya aku dan orang ini menjalin hubungan yang sangat dekat entah itu pacaran, HTS-an (pinjem istiralhnya ABABIL), ‘teman dekat’ atau apalah yang menyenangkan tapi justru menyakitkan karena akhirnya harus saling melepaskan.

Aku juga merasa bahwa aku sangat tidak menyukai seseorang karena aku tau ada yang salah dalam hidupnya. Ujung-ujungnya orang ini melakukan pelanggaran hukum, kebohongan, atau apalah hal yang tidak menyenangkan bagi semua orang kecuali dirinya sendiri.

Yah, pada dasarnya semua orang pasti kadang memiliki daya imajinasi yang luar biasa tinggi. Kalau tidak percaya, coba saja bicara seperti ini :

“Eh, kalo ketemu Doraemon, kamu mau apanya?” dan paksa mereka harus menjawab. Pasti jawabannya akn membuat kita yakin bahwa hampir semua orang memiliki harapan yang mereka sendiri tau bahwa itu tidak akan pernah terwujud.

So, just enjoying your imagine if you have, and make it happen if you can.. J

 

Rinduku berbeda

 

Kalau membaca judul diatas, mungkin yang terlintas rindu yang terlarang? Semacam lagunya Broery Pesolima. Tapi bukan, ini rindu yang berbeda. Memang berbeda.

 

Rindu ini berawal dari pertemuan kami delapan tahun yang lalu.

 

Seperti gadis-gadis lain saat itu, kira-kira delapan tahun yang lalu. Aku juga punya sahabat yang sungguh amat dekat. Lima orang, dipertemukan di kampus kami yang sangat kami cintai. Berlima biasa kami menyebut diri kami. Tak sengaja, karena memang kata itu yang paling sering tersebut saat ditanya teman kami lainnya “Chitra kesini sama siapa aja?” dan jawabku “Aku berlima..”.

 

Kami bertemu, bercanda, dan bercerita, lalu kami saling jatuh cinta. Sebagai sahabat tentunya. Sesederhana itu.

 

Sampai suatu hari yang kusadari ternyata hari terburuk untuk berlima, kami terpisah karena kesalah pahaman yang sungguh konyol dan…tolol. Lima tahun, kami – lebih tepatnya aku dan salah satu sahabatku – saling diam, tak menyapa, dan kami tak lengkap lagi. Kami tak berlima lagi. Kami berempat. Karena saat sahabatku ada, aku memilih untuk pergi. Dan saat sahabatku pergi, aku nyaman untuk ada diantara mereka saat sahabatku tidak ada.

 

Tapi itu tak lama. Dua tahun yang lalu, akhirnya kami bersatu lagi, kami berlima lagi. Akhirnya kami memahami bahwa yang kami perlukan adalah saling percaya dan membuang ego dan keras hati. Aku dan sahabatku saling memaafkan, kami saling bicara, becanda, dan kami kembali jatuh cinta sebagai berlima.

 

Kini, saat hidup kami berubah, dimana usia adalah hal yang paling mengubah manusia, kami terpisah lagi. Kali ini letak geografis yang menyebalkan yang menjauhkan kami satu sama lain. Kilometer yang puluhan, ratusan, bahkan ribuan jauhnya, benar-benar memisahkan kami. Kami terpencar.

Gambar

 

Berbagai macam media chat online bahkan kami rasa tak pernah cukup untuk meluapkan canda dan percakapan kami yang tak pernah berhenti. Percakapan yang seolah-olah tak cukup dituliskan dalam cakupan alfabet a sampai z. Rasanya ingin ada alfabet lain yang mampu menampung segala ceria yang kami miliki.

Rindu yang berbeda inilah, rindu yang kami rasakan saat ini. Rindu yang bahkan lebih dari rindu para gadis kepada pujaan hati mereka. Rindu yang hanya berisi keinginan untuk bertemu dan becanda. Kami rindu kehidupan kami yang dulu. Dimana waktu seolah tak punya akhir. Saat hari seolah selalu sama setiap hari. Dan dimana kami mampu mengalahkan emosi dan keegoisan kami.

Namun kami yakin, kami dekat satu sama lain. Kami mampu memendekkan kilometer yang memisahkan kami berlima. Aku dapat membuktikannya. Malam ini saat kuganti private message di blackberry messenger “Kangen berlima.. Colek : pia, peot, agus, debor” tanpa ku komando, mereka langsung menjawab dengan ungkapan yang sama di private message mereka.

Kami merindukan kehidupan kami. Itu yang membuat rindu ini berbeda. Bahkan aku yang sudah menikah, tak pernah lagi merindukan para mantan, atau cowok idola di kampusku dulu yang tak pernah kumiliki dalam hidupku sendiri. Saat aku bertemu salah satu dari berlima, aku merasa bertemu keempat-empatnya.

Sungguh, sahabat bukanlah orang yang ada saat kita lemah. Tapi mereka ada dalam setiap kekuatan kita, dan tetap disana untuk muncul sebagai penguat saat kelemahan mulai menguasai kita.

Sahabatku, ingatlah bahwa kita punya hidup yang sama dengan saat kita bertemu. Sama cerianya, sama bahagianya, sama indahnya. Bahkan lebih ceria, lebih bahagia dan lebih indah. Ingatlah semua cerita bahagia kita saat kehidupan seolah membencimu.

Ingatlah bahwa delapan tahun kita bersahabat, telah memberi banyak sekali penguat untuk menghadapi kesedihan dan kelemahan kalian.

Love you friends.. remember that you never walk alone!! Jesus always bless us..

Dedicated to : Peot, Pia, Debor, Agus

karang itu pernah menenggelamkan

Tiga tahun lalu, layaknya sebuah perahu, aku pernah berlayar.. Dinaiki oleh orang-orang yang kukasihi. Para sahabat dari negeri seberang. Mereka mempercayaiku untuk membawa mereka ke pantai indah dengan segala iringan nyanyian persahabatan dan persaudaraan yang membahagiakan.

 

Sepanjang perjalanan, hembusan angin yang harum membantuku mendekati pantai tujuanku. Para sahabat didalamku menikmati berbagai macam makanan yang nikmat, minuman yang segar, dan buah-buahan yang manis seperti manisnya perjalanan persahabatan kami.

 

Sesekali angin sedikit lebih kencang, menghantam perahu kecil ini, tapi karena para sahabat yang menaikiku mendukung dengan setiap doa, aku tetap melaju di laut yang tenang. Sesekali badai kecil datang, namun semua tetap terlampaui. Semua ini karena cinta para sahabat yang mempercayaiku.

 

Pada suatu hari, aku merasa lelah, awak perahuku membuang sauhku untuk sejenak mengistirahatkan tubuhku yang lelah mengarungi lautan. Para shabat beristirahat pada sebuah pulau yang teduh. Dari pulau itu, tampak sebuah pulau karang yang indah, gagah, dan mempesonaku. Seolah ia memanggilku untuk membuang sauhku disana. Namun aku tahu, karang itu tetaplah karang.Ia berbahaya.

 

Para sahabat kembali menaikiku. Mereka tahu, aku terus mengagumi pulau karang dihadapanku, dan mereka memperingatkanku.

“Jangan kesana, itu akan berbahaya untukmu. Ia akan menghancurkanmu, dan menenggelamkanmu.” kata salah satu sahabatku..

“Iya, jangan kesana, carilah jalur lain, atau kita akan terpisah, hancur dan pecah berantakan” kata sahabatku satu lagi..

Aku tak menghiraukan mereka. Aku terus melaju kearahnya. Semakin dekat, aku semakin terpesona oleh kekokohannya. Ketika para sahabatku ketakutan, aku justru berkata dalam hatiku “tenanglah, karang itu akan melindungimu dari terjangan ombak ganas sekalipun”

Aku mendekatkan tubuhku hati-hati ke pulau karang itu. Sesaat, karang itu berkata padaku

“Jangan percaya pada mereka, percayalah padaku, aku aka menjagamu disini. Melindungimu dari hempasan ombak yang akan melukaimu”

Aku semakin mendekatkan badan perahuku padanya. Tak peduli apa kata mereka padaku. Mereka terus berteriak memintaku segera berlayar. Tetapi tidak kuhiraukan.

 

Sampai tiba-tiba aku merasakan bahwa badan perahuku mulai terluka karena benturan. Ombak mengehmpasku dan karang itu tidak melindungiku. Para sahabat berusaha menarikku dari karang itu. Tetapi karang itu semakin mencengkeramku.

 

Aku menangis perlahan. Salah seorang sahabat dari jauh menawarkan dirinya untuk menjadi tempatku mengeluh tentang cengkeraman kuatnya. Ia menganggukan kepala seolah meenangkanku dan ikut mengutuk perbuatan karang itu. Perlahan aku berhasil menjauh dari karang itu karena dukungan para sahabatku. Aku lega mereka masih mempercayaiku dan tetap berada di perahuku.

 

Sesaat ketika aku berhasiol menjauh, tiba-tiba karang itu menyuruh angin mendorong air agar menjadi ombak besar dan menghempaskan perahuku mendekatinya. Sangat  kuat hempasannya sampai aku benar-benar dekat pada karang itu. Sangat dekat hingga aku terhempas dari ketinggian ombak, lalu menyentuh karang kokoh itu, kemudian aku sadar bahwa aku telah membunuh para sahabat yang sangat mempercayaiku dan membuat diriku sendiri pecah berantakan. Menjadi keping dan puing kayu yang remuk. Hancur, dan terapun tak tentu arah.

 

Seekor burung camar menghampiri kepinganku. Ia berkata “Percayalah pada sahabatmu, ceritakan pada mereka yang jauh, agar tidak mendekati karang itu. Karang itu akan membunuh siapapun perahu cantik yang mendekatinya. Ia selalu memanggil perahu cantik lainnya ketika ia tahu bahwa perahu yang mendekatinya telah rapuh karena hantaman ombak” lalu ia pergi.

 

Aku terus mengapun. Sampai akhirnya aku bertemu seorang gadis yang sedang berenang. Aku menceritakan kehancuranku, perpecahan dan matinya sahabat-sahabatku karena karang itu. Lalu kukatakan agar ia tidak mendekati karang itu. Ia mengiyakan. aku menjauhi gadis itu terbawa angin, dan …

 

Oh tidak, gadis itu semakin mendekat ke karang kokoh dan kejam itu. Ingin rasanya aku mencegahnya, tapi apa dayaku. Karang itu sama megahnya dimata gadis itu, sama seperti aku pernah melihat kemegahannya dulu.

 

Dari kejauhan aku hanya berdoa ..

“Tuhan Pencipta Alam, Engkau tahu bahwa gadis itu tahu karang itu kejam dan pernah membunuh sahabat-sahabatku, menghancurkan perahuku, memporak porandakan kepercayaan yang diberikan kepadaku, membuag segala asaku. Mengapa sekarang ia bersamanya? Bermain dalam dekapan karang itu? Jika memang karang itu telah menjadi salju, buatlah gadis itu nyaman bersamanya, namun bila karang itu tetaplah karang seperti yang kulihat saat ini, kirimkan perahu gagah kesana untuk menjemput gadis itu meraih mimpinya.. Biarkan aku yang menjadi puing, dan biarkan gadis itu menemui kebahagiannya.. “

 

Entah, apakan Sang Pencipta lam menabulkan permintaanku, namun disetiap ayunan langkahku disapu gelombang, aku berbisik pada angin agar segera gadis itu pergi, karena karang tak pernah berubah menjadi salju…

 

Dedicated to : someone who falling in love with that rockstone.. hope it will be look like a snow for you…

dulu, dia temanku

semasa SMU, saya pernah punya seorang pacar, yang (kata teman-teman) cakep, jagoan basket sekolah, dan pintar.. pokoknya (kata temen-temen) pacar saya itu adalah seorang cowok yang disukai beberapa temen saya yang cewek tentunya..

sayangnya, saat itu saya tidak benar-benar memahami arti cinta (monyet).. jadi saya hanya pacaran aja..kalo jaman sekarang mungkin disebutnya sebagai ‘status palsu’, padahal overall si pacar saya ini adalah seorang sahabat yang baik.

Uhmmmm tapi postingan saya kali ini bukan tentang dia, tapi tentang salah satu temannya yang juga menjadi teman saya.

Teman saya ini seorang cowok juga, orangnya aneh kalo saya bilang. Eksentrik. Eh, ga juga ding, hanya saja perilakunya agak aneh, kaya agak hiperaktif gitu menurut saya. Herannya saya justru nyaman kalo cerita ke dia daripada ke pacar saya saat itu. Termasuk cerita waktu mau mutusin pacar saya pun, saya memilih dia untuk dimintai pertimbangan.

Karena mereka kakak kelas, dalam tempo singkat, saya kehilangan jejak para sahabat ini. Yaaa seperti biasa, tahun berganti tahun, lalu tanpa sadar, 7 tahun sudah saya dan para sahabat ini tidak saling komunikasi.

Sampai pada suatu minggu pagi, di kapel dimana saya dan mama saya biasa mengikuti misa ekaristi, mama menyenggol lengan saya dan menunjuk seseorang yang ternyata si sahabat mantan pacar saya semasa SMU yang aneh itu tadi. Totally surprised dibuatnya karena ukuran badannya yang membesar hampir tiga kali lipat. Hmmm… sedikit terkikik saya menunggu ia berbalik, lalu saya menyapanya.

Saling sapa yang sangat singkat saat bertemu beberapa minggu yang lampau, sampai tempo hari, notification di handphone saya berbunyi, ada sebuah mesej dari seorang teman di facebook saya. Ketika saya baca, saya kaget.. (saya tidak akan menuliskan ulang apa isi mesej yang ia kirim pada saya) begini kira-kira mesejnya :

“kamu kok berubah banget ya,,”

setengah tersenyum, pikiran saya menerawang mundur ke masa sekolah saya dulu.

jujur saja saya menganggap masa SMU saya tidak bisa dibilang baik, karena di masa itulah untuk pertama kalinya saya dikecewakan oleh sahabat terdekat saya. dan karena lingkungan pergaulan ‘geng’ perempuan di kelas saya dan ‘geng’ mantan sahabat saya yang akhirnya mengecewakan saya itulah, saya tidak pernah menganggap teman-teman sekolah saya ada dalam kenangan saya.

nah, rupanya mesej salah satu teman saya ini seolah membangunkan saya dan mengingatkan bahwa diantara mereka yang saya anggap mengecewakan, ternyata justru ada seseorang yang tidak pernah saya duga justru pernah memperhatikan saya, dan tidak malu melawan egonya untuk menegur saya duluan..

Hmmm… Tuhan, kalau malam ini ikutan baca postingan saya, saya minta maaf ya karena udah under estimate sama teman-teman saya dulu..

Berkati mereka ya Tuhan, semoga mereka terus mendapatkan penghargaan untuk setiap perhatian mereka.. 🙂

Disinilah Peran Seorang Papa

Postinganku kali ini, murni aku ambil dari milis dimana aku jadi salah satu anggotanya. Kenapa aku posting disini, karena memang tulisan ini sudah menitikkan air mataku saat membacanya, dan mungkin akan sangat membantu kita untuk mengerti dimana peran seorang papa dihidup kita…

Silakan baca …

Biasanya, bagi seorang anak yang sudah dewasa, yang sedang bekerja diperantauan, yang ikut suami / istrinya tinggal di luar kota atau luar negeri, yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya…..Akan sering merasa kangen sekali dengan Mamanya. Lalu bagaimana dengan Papa? Mungkin karena Mama lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari,tapi tahukah kamu, jika ternyata Papa-lah yang mengingatkan Mama untuk menelponmu?

Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Mama-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng. Tapi tahukah kamu, bahwa sepulang Papa bekerja dan dengan wajah lelah Papa selalu menanyakan pada Mama tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian? Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil……Papa biasanya mengajari putri kecilnya naik sepeda. Dan setelah Papa mengganggapmu bisa, Papa akan melepaskan roda bantu di sepedamu…Kemudian Mama bilang : “Jangan dulu Papa, jangan dilepas dulu roda bantunya” , Mama takut putri manisnya terjatuh lalu terluka…. Tapi sadarkah kamu? Bahwa Papa dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu putri kecilnya PASTI BISA.

Pada saat kamu menangis merengek meminta boneka atau mainan yang baru, Mama menatapmu iba.Tetapi Papa akan mengatakan dengan tegas : “Boleh, kita beli nanti, tapi tidak sekarang” Tahukah kamu, Papa melakukan itu karena Papa tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi?

Saat kamu sakit pilek, Papa yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit membentak dengan berkata :”Sudah di bilang! kamu jangan minum air dingin!”. Berbeda dengan Mama yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut. Ketahuilah, saat itu Papa benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu. Ketika kamu sudah beranjak remaja….Kamu mulai menuntut pada Papa untuk dapat izin keluar malam, dan Papa bersikap tegas dan mengatakan: “Tidak boleh!”. Tahukah kamu, bahwa Papa melakukan itu untuk menjagamu? Karena bagi Papa, kamu adalah sesuatu yang sangat – sangat luar biasa berharga.. Setelah itu kamu marah pada Papa, dan masuk ke kamar sambil membanting pintu…Dan yang datang mengetok pintu dan membujukmu agar tidak marah adalah Mama…. Tahukah kamu, bahwa saat itu Papa memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam batinnya, bahwa Papa sangat ingin mengikuti keinginanmu, Tapi lagi-lagi dia HARUS menjagamu?

Ketika saat seorang cowok mulai sering menelponmu, atau bahkan datang ke rumah untuk menemuimu, Papa akan memasang wajah paling cool sedunia….. :’) Papa sesekali menguping atau mengintip saat kamu sedang ngobrol berdua di ruang tamu.. Sadarkah kamu, kalau hati Papa merasa cemburu?

Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan Papa melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya. Maka yang dilakukan Papa adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu pulang dengan hati yang sangat khawatir… Dan setelah perasaan khawatir itu berlarut-larut. ..Ketika melihat putri kecilnya pulang larut malam hati Papa akan mengeras dan Papa memarahimu.. . Sadarkah kamu, bahwa ini karena hal yang di sangat ditakuti Papa akan segera datang?” Bahwa putri kecilnya akan segera pergi meninggalkan Papa”

Setelah lulus SMA, Papa akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang Dokter atau Insinyur. Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan Papa itu semata – mata hanya karena memikirkan masa depanmu nanti… Tapi toh Papa tetap tersenyum dan mendukungmu saat pilihanmu tidak sesuai dengan keinginan Papa Ketika kamu menjadi gadis dewasa….Dan kamu harus pergi kuliah dikota lain…Papa harus melepasmu di bandara. Tahukah kamu bahwa badan Papa terasa kaku untuk memelukmu? Papa hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini – itu, dan menyuruhmu untuk berhati-hati. .. Padahal Papa ingin sekali menangis seperti Mama dan memelukmu erat-erat.Yang Papa lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan menepuk pundakmu berkata “Jaga dirimu baik-baik ya sayang”.Papa melakukan itu semua agar kamu KUAT…kuat untuk pergi dan menjadi dewasa.

Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening adalah Papa. Papa pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dengan teman-temannya yang lain. Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta boneka baru, dan Papa tahu ia tidak bisa memberikan yang kamu inginkan… Kata-kata yang keluar dari mulut Papa adalah : “Tidak…. Tidak bisa!” Padahal dalam batin Papa, Ia sangat ingin mengatakan “Iya sayang, nanti Papa belikan untukmu”. Tahukah kamu bahwa pada saat itu Papa merasa gagal membuat anaknya tersenyum?

Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana. Papa adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu. Papa akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat “putri kecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang”

Sampai saat seorang teman Lelakimu datang ke rumah dan meminta izin pada Papa untuk mengambilmu darinya. Papa akan sangat berhati-hati memberikan izin..Karena Papa tahu…..Bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya nanti… Dan akhirnya…. Saat Papa melihatmu duduk di Panggung Pelaminan bersama seseorang Lelaki yang di anggapnya pantas menggantikannya, Papa pun tersenyum bahagia…. Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia itu Papa pergi kebelakang panggung sebentar, dan menangis? Papa menangis karena papa sangat Bahagia! Kemudian Papa berdoa….Dalam lirih doanya kepada Tuhan, Papa berkata: “Ya Allah tugasku telah selesai dengan baik….Putri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita yang cantik….Bahagiaka nlah ia bersama suaminya…. ”

Setelah itu Papa hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk… Dengan rambut yang telah dan semakin memutih…. Dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya…. Papa telah menyelesaikan tugasnya….

Papa, Ayah, Bapak, atau Abah kita…Adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat… Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis…Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu. .. Dan dia adalah yang orang pertama yang selalu yakin bahwa “KAMU BISA” dalam segala hal apapun.:’)

Tersenyum dan bersyukurlah ketika kamu bisa merasakan kasih sayang seorang Ayah hingga tugasnya selesai…. Jika kamu mengalaminya, Kamu adalah salah satu orang yang beruntung…

(film kiamat) 2012

Jujur, aku sendiri belum sempat nonton film yang bikin heboh ini. (kok bisa tau bikin heboh?) Ya tau hebohnya tu dari status fb temen kantorku, dia tulis :

BP : Luar biasanya antrinya……untuk menonton film 2012 di Amplas Jogja.

Beberapa temen kantor juga nulis dan cerita hal yang serupa, antri nonton 2012, rencana minggu depan pada mau nonton film yang sama. Tergerak juga aku untuk googling dan cari tau tentang 2012. memang, aku pernah dengar kalo kiamat akan datang di 2012. Tapi kurang puas dengan pengetahuan itu, aku googling juga.

Uhmmmm ternyata kehebohan manusia tentang 2012 adalah karena ramalan suku Maya yang terkenal paling jago ngeramal dimana beberapa ramalannya dari jaman batu dulu sudah terbukti benar satu per satu. Mengangguk-angguk baca beberapa web yang mengunggah catatan tentang ramalan kalender suku Maya, aku justru tertarik untuk membuka link dengan judul ” Suku Maya Menampik Ramalan 2012 ”  setelah dibaca, ternyata suku Maya tidak pernah meramalkan bahwa bumi akan berakhir. Tapi, itu hanya sekedar tahun pengulangan penciptaan. Entah apa maksudnya, tapi sepertinya itu bukan benar-benar ramalanj mengenai hari kiamat yang ditakutkan manusia.

Jawaban dari googling yang aku lakukan tidak sia-sia. setidaknya aku dapat jawaban yang memuaskan (dan melegakan) dari artikel berjudul ” NASA Luncurkan Halaman Situs Bantahan Kiamat 2012 “. Dari situs ini, aku menemukan bahwa NASA menyatakan bahwa pada tanggal 21 – 12 – 2012, planet akan sejajar, juga matahari dan pusat galaksi dan itu akan menabrak bumi adalah penuturan yang keliru. Karena setiap tahun setiap bulan Desember, bumi memang selalu sejajar dengan matahari. Terbukti bahwa tidak ada kiamat setiap bulan Desember kan ?

Nah, di status facebookku pagi ini, aku tulis begini :

Chitra Verdiana ngapain sih pada heboh 2012 kiamat ?? inget, kita punya Tuhan, dan ketika Tuhan berkehendak, kapanpun waktunya, kiamat berarti yang terbaik untuk seluruh manusia.. percayalah, Tuhan adalah sutradara hidup terbaik dengan ending terbaik untuk setiap manusia…

memang langsung ada beberapa komen yang rata-rata mengiyakan statusku.

Sudahlah, ga usah resah sama ramalan itu. Menurut akal sehatku, manusia tak akan ada yang mampu memprediksikan kapan kiamat datang. Kok rasanya aneh aja, manusia bisa meramalkan kiamat. Kenapa nggak meramalkan kapan matinya dia sendiri biar dia bisa siap-siap menebus dosa dan beramal sebanyaknya agar ngga masuk neraka ?

Uhmm… satu hal lagi, kiamat atau tidak, itu adalah rahasia Tuhan. Terserah Tuhan, kapan Ia berkehendak, maka terjadilah…

 

Jadi teman-teman (setidaknya yang mampir ke blog ini), sudahlah, jadikan itu peringatan saja bahwa bumi memang sudah semakin panas karena kita selalu pake plastik sembarangan, pake hairdryer tiap mau berangkat kantor, pake hairspray tiap mau party, atau kita selalu biarin charger tetep nyolok meski hape kesayangan kita udah fully loaded. Bumi makin panas dan global warming bukan sekedar issue, tapi ancaman. Cuma kita yang bisa hentikan.

So, daripada mumet cari cara buat migrasi ke bulan besok tahun 2012, mending selesein tu kerjaan yang numpuk di meja. Toh kapanpun harinya, itu sudah ketentuan Tuhan. Inget, Tuhan adalah sutradara terbaik untuk segala cerita kehidupan manusia dengan memberikan ending yang terbaik pula…

Semoga kita bisa saling mengingatkan untuk selalu memperbaiki diri, lepas dari 2012 akan benar-benar terjadi atau tidak.. Just love and enjoy your life…

Have a nice blogging.. 😀